Oct 22, 2026

Bangunindo Dorong Implementasi AI Berdampak di AI Impact Summit 2026

Bangunindo berpartisipasi dalam AI Impact Summit 2026 melalui Bagas Wicaksono sebagai pembicara dan Irwan Oyong sebagai peserta, membawa perspektif tentang pentingnya fondasi data, use case yang terukur, serta kolaborasi dalam mewujudkan Sovereign AI untuk Indonesia 2045.

Bangunindo Dorong Implementasi AI Berdampak di AI Impact Summit 2026

Bangunindo Teknusa Jaya turut berpartisipasi dalam The 6th Artificial Intelligence Impact Summit 2026, sebuah forum yang mempertemukan para pemimpin industri, praktisi teknologi, regulator, dan inovator untuk membahas masa depan kecerdasan artifisial di Indonesia.

Mengangkat tema “Sovereign AI for Indonesia 2045,” forum ini menegaskan pentingnya membangun ekosistem AI yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mandiri, bertanggung jawab, dan relevan dengan kebutuhan nasional. Dalam kesempatan tersebut, Bagas Wicaksono selaku VP Product Ecosystem Bangunindo hadir sebagai salah satu pembicara. Partisipasi ini menjadi ruang bagi Bangunindo untuk membagikan perspektif mengenai implementasi AI yang berangkat dari tantangan nyata dan mampu memberikan dampak terukur bagi organisasi.

Bagas Wicaksono dan Irwan Oyong Hadir di Bali Tech Week
Sumber: Dokumentasi Perusahaan

Bangunindo juga diwakili oleh Irwan Oyong selaku Head of IT Engineering sebagai peserta. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk terus mengikuti perkembangan teknologi, memperluas perspektif teknis, serta menggali peluang kolaborasi dalam pengembangan solusi AI yang aman dan berkelanjutan.Salah satu insight penting dari AI Impact Summit 2026 adalah bahwa keberhasilan AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan model atau algoritma. Organisasi perlu terlebih dahulu memastikan bahwa data yang digunakan telah terintegrasi, berkualitas, mudah diakses, dan dikelola dengan tata kelola yang tepat.

Tanpa fondasi data yang kuat, implementasi AI berisiko berhenti pada tahap eksperimen dan sulit dikembangkan menjadi solusi yang digunakan secara luas. Karena itu, perjalanan menuju AI perlu dimulai dari kesiapan data, infrastruktur, proses bisnis, serta sumber daya manusia yang mampu mengelola teknologi tersebut.

‍